Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh
Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh - Selamat datang di blog Sejarah Aceh, Info kali ini adalah tentang Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh !! Semoga tulisan singkat dengan kategori
Info !!
New Posting !! ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkan. Dan untuk anda yang baru berkunjung kenal dengan blog sederhana ini, Jangan lupa ikut menyebarluaskan postingan bertema Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh ini ke social media anda, Semoga rezeki berlimpah ikut di permudahkan sang khalik yang maha kuasa, Selengkapnya lansung lihat infonya dibawah -->
Negara kecil Singapura memang unik. Mereka adalah negara kecil dilingkungan ASEAN, tetapi kekuatan angkatan perangnya adalah termasuk yang paling kuat di ASEAN. Angkatan udara Singapura dilengkapi dengan tidak kurang dari 4 Skadron pesawat tempur canggih, yang antara lain adalah versi yang paling mutakhir pesawat F-16 The Fighting Falcon.
Dilingkungan penerbangan komersial, siapa yang tak kenal "Singapore Airlines". Maskapai kelas elite dunia, yang saat ini merupakan maskapai penerbangan yang paling 'the best' di dunia. Singapore Airlines adalah maskapai penerbangan komersial "bintang lima". Bila disebut bintang lima, karena ternyata chairman-nya adalah mantan Jenderal berbintang tiga dan vice chairman-nya adalah seorang yang berbintang dua. Keduanya tercatat sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Udara Singapura.
Tercatat dalam sejarah penerbangan dunia bila Singapore Airlines sebagai maskapai penerbangan komersial pertama di dunia yang paling banyak menggunakan pesawat angkut super modern jenis Airbus A-380.
Keunikan lainnya dari Singapura adalah, sebahagian besar CEO dari industri strategis mereka serta institusi penting dan vitalnya, ternyata dipegang oleh 'eks tentara'. Mereka para mantan perwira dijajaran militer Singapura yang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata, akan selalu dipensiunkan dini oleh negara untuk disekolahkan lagi ke Amerika dan negara-negara Eropah guna mendapatkan bekal ilmu manajemen dan finansial. Setelah selesai pendidikan mereka akan langsung mendapatkan posisi-posisi penting dalam industri strategis Singapura.
Itulah sebabnya salah satu sukses yang diraih Singapura dalam persaingan bisnis ekonomi global. Mereka sangat yakin dengan methode merekrut mantan-mantan tentara yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata dan tingkat disiplin yang tinggi untuk ditempatkan di semua posisi strategis ekonomi negaranya. Sebahagian besar dari mereka adalah perwira-perwira muda yang memiliki semangat yang tinggi serta sangat bertanggung jawab pada tugas dan pekerjaannya.
Keyakinan terhadap para pemuda yang memiliki visi kebangsaan, telah membuat pemerintah Singapura tidak ada keraguan sedikitpun untuk menyelenggarakan program "wajib militer" untuk semua laki-laki muda warga negaranya. Bagi mereka yang sudah genap berusia 17 tahun tidak terkecuali diwajibkan mengikuti program wajib militer selama 2 tahun. Dalam program tersebut, anak-anak muda di Singapura dikelompokkan dalam group yang terdiri dari 7 hingga 10 orang per-group. Anak-anak muda ini sengaja dicampur dari keluarga kaya dan miskin agar mereka dapat saling berbaur satu dengan yang lain.
Disinilah mereka di "brain washed" untuk diubah menjadi warga negara Singapura yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab terhadap negaranya, bertanggung jawab terhadap kepentingan yang lebih besar dibandingkan kepetingan kelompok atau perorangan. Mereka dibentuk menjadi pribadi yang "selfless", pribadi yang akan selalu "country, before self". Yaitu untuk negara ku dulu, baru untuk diri sendiri.
Platform yang mendasarinya adalah, menanamkan disiplin yang tinggi terhadap anak-anak muda Singapura, paralel dengan pembentukan rasa setia kawan yang mantap. Mengembangkan bibit-bibit kesadaran diri sendiri akan kebutuhan disiplin yang tumbuh dari diri pribadi mereka.
Setelah selesai mengikuti program wajib militer selama 2 tahun, anak-anak muda Singapura tetap dibebani untuk melaksanakan tes kesehatan jasmani setahun sekali. Tes ini harus mulus, dalam arti memenuhi syarat yang ditentukan negara. Apabila tidak lulus, maka tes harus diulang lagi dan dilakukan pada saat 'week end'. Inilah yang menyebabkan seluruh warga negara Singapura yang laki-laki umumnya berbadan sehat. Lebih dari itu hasilnya adalah, sulit sekali kita menemukan laki-laki Singapura sampai usia 35 hingga 40 tahun yang perutnya "gendut atau buncit" seperti di Aceh.
Itulah uniknya negara tetangga kita Singapura. Sebuah negara yang kecil seukuran Sabang, tetapi memiliki angkatan perang yang sangat kuat di ASEAN dan sangat kaya walau tanpa hasil bumi. Disisi lain memiliki jajaran kepemimpinan yang unggul, eks tentara yang sudah teruji loyalitas dan dedikasinya kepada negara dan masyarakatnya. Warga negaranya, dengan program wajib militer menghasilkan warga yang berbadan sehat yang dapat menghemat biaya kesehatan, memiliki kesadaran disiplin yang tinggi serta kesetiakawanan, loyalitas dan dedikasi yang terjaga dengan mapan.
Singapura, sebuah negara yang kecil memang sangat pantas untuk maju. Mungkin perlu juga dicontoh oleh Aceh yang terdapat banyak para pejabat dan pegawai berperut gendut, pemalas, tidak disiplin dan kurang bertanggung jawab terhadap kepentingan yang lebih besar.
Demikianlah Artikel Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh ini, Anda benar benar sudah menemukan artikel yang sedang anda butuhkan Sekarang. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Singapura Negara Kecil, Terkuat dan Terkaya di Asean, Perlu di Contoh Oleh Aceh ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.
